Pompa ASI merk apa sih yang paling bagus?
Untuk pertanyaan yang selalu ditanyakan kepadaku itu, maka aku akan menjawab: tangan! Tapi tanyakan itu pada orang lain, jawabnya beda-beda. Kesimpulannya, tiap orang akan mempunyai preferensi masing-masing. Jadi yang aku tulis di sini adalah, kenapa aku memompa dengan tangan, bukan kenapa harus memompa dengan tangan.
Sebelum Sam lahir, aku sudah browsing sana sini tentang breast pumping. Waktu lahiran, cerita mau belajar pompa ASI dong. Minta suami belikan breastpump. Anjrit, yang electric mahil amir yak? Akhirnya mau coba yang manual. Belilah merk P***on. Dicoba, yang ada puting sakit, tangan kram, ASI dikit.
Curhat sama temen, mau beli M***la, tapi kok ya mahal ya. Temen bilang, oh aku pake yang ga semahal itu kok, bagus, sekali pompa bisa dapat 300ml, pake acara sambil baca lagi. Oiii maaak, berhubung saat menyusu Sam ASI ngos-ngosan (ga pernah lebih dari 30ml sekali pompa), aku langsung semangat 45 waktu dia nawarin mau menghadiahkan breastpump itu. Merknya Core (atau Care ya). Tapiiii, tetapi aja hasilnya sama dengan merk manual yang aku coba sebelumnya.
Frustasi, aku ingat waktu itu pernah ada artikel tentang pompa manual. Aku coba, eh, kok lumayan ya? Lebih banyak. Ga sampe 300ml sih, tapi significan banyak. Akhirnya sampe Joy lahirpun, aku ga repot-repot beli breastpump lain. Pake tangan ajah.
Keuntungan pake tangan? Gampang! Praktis. Ga perlu steril. Tinggal ke toilet, cuci tangan, voila! mulailah pertualangan memompa. Dan ini sangat practical ketika aku travel. Perjalanan 12 jam di pesawat atau mobil, gimana mau steril alat? Kalo tangan kan tinggal cuci tangan, ambil botol dan selamat memompa.
Untuk pertanyaan yang selalu ditanyakan kepadaku itu, maka aku akan menjawab: tangan! Tapi tanyakan itu pada orang lain, jawabnya beda-beda. Kesimpulannya, tiap orang akan mempunyai preferensi masing-masing. Jadi yang aku tulis di sini adalah, kenapa aku memompa dengan tangan, bukan kenapa harus memompa dengan tangan.
Sebelum Sam lahir, aku sudah browsing sana sini tentang breast pumping. Waktu lahiran, cerita mau belajar pompa ASI dong. Minta suami belikan breastpump. Anjrit, yang electric mahil amir yak? Akhirnya mau coba yang manual. Belilah merk P***on. Dicoba, yang ada puting sakit, tangan kram, ASI dikit.
Curhat sama temen, mau beli M***la, tapi kok ya mahal ya. Temen bilang, oh aku pake yang ga semahal itu kok, bagus, sekali pompa bisa dapat 300ml, pake acara sambil baca lagi. Oiii maaak, berhubung saat menyusu Sam ASI ngos-ngosan (ga pernah lebih dari 30ml sekali pompa), aku langsung semangat 45 waktu dia nawarin mau menghadiahkan breastpump itu. Merknya Core (atau Care ya). Tapiiii, tetapi aja hasilnya sama dengan merk manual yang aku coba sebelumnya.
Frustasi, aku ingat waktu itu pernah ada artikel tentang pompa manual. Aku coba, eh, kok lumayan ya? Lebih banyak. Ga sampe 300ml sih, tapi significan banyak. Akhirnya sampe Joy lahirpun, aku ga repot-repot beli breastpump lain. Pake tangan ajah.
Keuntungan pake tangan? Gampang! Praktis. Ga perlu steril. Tinggal ke toilet, cuci tangan, voila! mulailah pertualangan memompa. Dan ini sangat practical ketika aku travel. Perjalanan 12 jam di pesawat atau mobil, gimana mau steril alat? Kalo tangan kan tinggal cuci tangan, ambil botol dan selamat memompa.
No comments:
Post a Comment