Hi Evi,
welcome to the Motherhood club, the best club in the world!
Begitu kata salah satu temen kantor waktu aku baru saja melahirkan dan berita menyebar ke seantero kantor (edun, si boss ngirim ke e-mail worldwide kantor dengan fotoku yang baru x-cio dan si mungil Sam). Aku tertawa dan mengaminkan, percaya memang motherhood adalah the best club in the world.
Yaeyalah, siapa yang berani bilang dia lahir tanpa ibu? Kalo lahir tanpa ayah mah biasa, tanpa ibu? No such a way kan?
Dan perjalanan itupun dimulai. Menggendong si mungil Sam (yang sekarang sudah tidak lagi semungil 16 bulan yang lalu), melihat perkembangannya, jatuh bangun, ketar ketir membandingkan dengan bayi lain (meski udah berusaha untuk tidak). Menikmati kata pertamanya, hati membengkak ketika pertama kali dia memanggil Bunda, menangis ketika ASI tidak cukup, terbukti dengan BB Sam yang seret 3 bulan pertama, pasrah dengan campuran sufor dan ASI, ngotot dengan MP-ASI rumahan (well, aku tak berdaya dengan produksi ASI-ku yang dengan segala upaya masih aja segitu, itu di luar kontrolku, tapi MP-ASI rumahan adalah kontrolku, aku bisa melakukannya kalo aku berusaha). Dan puji Tuhan ketika napsu makan Sam cukup baik, ga picky earter dengan berat badan yang juga cukup, beberapa cenderung bilang dia montok.
Yes, motherhood is the best club in the world!
welcome to the Motherhood club, the best club in the world!
Begitu kata salah satu temen kantor waktu aku baru saja melahirkan dan berita menyebar ke seantero kantor (edun, si boss ngirim ke e-mail worldwide kantor dengan fotoku yang baru x-cio dan si mungil Sam). Aku tertawa dan mengaminkan, percaya memang motherhood adalah the best club in the world.
Yaeyalah, siapa yang berani bilang dia lahir tanpa ibu? Kalo lahir tanpa ayah mah biasa, tanpa ibu? No such a way kan?
Dan perjalanan itupun dimulai. Menggendong si mungil Sam (yang sekarang sudah tidak lagi semungil 16 bulan yang lalu), melihat perkembangannya, jatuh bangun, ketar ketir membandingkan dengan bayi lain (meski udah berusaha untuk tidak). Menikmati kata pertamanya, hati membengkak ketika pertama kali dia memanggil Bunda, menangis ketika ASI tidak cukup, terbukti dengan BB Sam yang seret 3 bulan pertama, pasrah dengan campuran sufor dan ASI, ngotot dengan MP-ASI rumahan (well, aku tak berdaya dengan produksi ASI-ku yang dengan segala upaya masih aja segitu, itu di luar kontrolku, tapi MP-ASI rumahan adalah kontrolku, aku bisa melakukannya kalo aku berusaha). Dan puji Tuhan ketika napsu makan Sam cukup baik, ga picky earter dengan berat badan yang juga cukup, beberapa cenderung bilang dia montok.
Yes, motherhood is the best club in the world!
No comments:
Post a Comment